Dahulu kala, disebuah kota tinggal seorang Kakek dan Nenek pembuat sepatu.
Mereka sangat baik hati.Si kakek yang membuat sepatu sedangkan nenek yang
menjualnya.Uang yang didapat dari setiap sepatu yang terjual selalu dibelikan
makanan yang banyak untuk dibagikan dan disantap oleh orang-orang jompo
yang miskin dan anak kecil yang sudah tidak mempunyai orangtua.Karena itu
walau sudah membanting tulang, uang mereka selalu habis.Karena uang mereka
sudah habis, dengan kulit bahan sepatu yang tersisa, kakek membuat sepatu
berwarna merah.Kakek berkata kepada nenek, “Kalau sepatu ini terjual, kita
bisa membeli makanan untuk Hari Raya nanti.
Tak lama setelah itu...
Blog ini berbagi materi seputar perangkat dan materi pembelajaran bahasa jawa
Translate
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
CANGKRIMAN
BABAGAN CANGKRIMAN Kasusastran Djawa I Tugas Membaca Pemahaman BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Cangkriman kuwi tetembungan utawa ...
-
Pada (bait) ke-11, Pupuh ke-2 Kinanthi, Serat Wulangreh karya SISK Susuhunan Paku Buwana IV: Yen wus tinitah wong agung, aja sira gumung...
-
Bait ke-73, Pupuh Gambuh Lanjutan, Serat Wedatama karya KGPAA Sri Mangkunegara IV: Pamotaning ujar iku, kudu santosa ing budi teguh. Sarta ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar