Dahulu kala, terdapat sebuah negeri yang dipimpin oleh raja yang sangat adil dan
bijaksana.Rakyatnya makmur dan tercukupi semua kebutuhannya.Tapi ada satu yang masih
terasa kurang.Sang Raja belum dikaruniai keturunan.Setiap hari Raja dan permaisuri selalu
berdoa agar dikaruniai seorang anak. Akhirnya, doa Raja dan permaisuri dikabulkan. Setelah
9 bulan mengandung, permaisuri melahirkan seorang anak wanita yang cantik. Raja sangat
bahagia, ia mengadakan pesta dan mengundang kerajaan sahabat serta seluruh rakyatnya.
Raja juga mengundang 7 penyihir baik untuk memberikan mantera baiknya.
"Jadilah engkau putri yang baik hati", kata penyihir pertama."Jadilah engkau putri yang
cantik", kata penyihir kedua."Jadilah engkau putri yang jujur dan anggun", kata penyihir
ketiga."Jadilah engkau putri yang pandai berdansa", kata penyihir keempat."Jadilah engkau
putri yang pandai menyanyi," kata penyihir keenam.Sebelum penyihir ketujuh memberikan
mantranya, tiba-tiba pintu istana terbuka. Sang penyihir jahat masuk sambil berteriak,
"Mengapa aku tidak diundang ke pesta ini?"
Penyihir terakhir yang belum sempat memberikan....
Blog ini berbagi materi seputar perangkat dan materi pembelajaran bahasa jawa
Translate
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
CANGKRIMAN
BABAGAN CANGKRIMAN Kasusastran Djawa I Tugas Membaca Pemahaman BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Cangkriman kuwi tetembungan utawa ...
-
Pada (bait) ke-11, Pupuh ke-2 Kinanthi, Serat Wulangreh karya SISK Susuhunan Paku Buwana IV: Yen wus tinitah wong agung, aja sira gumung...
-
Bait ke-73, Pupuh Gambuh Lanjutan, Serat Wedatama karya KGPAA Sri Mangkunegara IV: Pamotaning ujar iku, kudu santosa ing budi teguh. Sarta ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar