Pada (bait) ke-107, Pupuh ke-7, Durma, Serat Wulangreh karya SISK Susuhunan Paku Buwana IV.
Ing pangrawuh lair batin aja mamang.
Yen sira wus udani,
mring sariranira,
lamun ana kang Murba.
Masesa ing alam kabir,
dadi sabarang,
pakaryanira ugi.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia:
Untuk mendatangkan sikap lahir dan batin tidak ragu-ragu.
Kalau engkau sudah mengerti,
(pahamkan) kepada dirimu,
kalau ada yang Berwenang.
Menguasai di alam fana,
yan menjadikan semua,
(termasuk) pekerjaanmu juga.
Kajian per kata:
Ing (dalam hal, untuk) pangrawuh (mendatangkan) lair (lahir) batin (batin) aja (jangan) mamang (ragu-ragu). Untuk mendatangkan sikap lahir dan batin tidak ragu-ragu.
Orang yang kuat adalah orang yang dapat mengalahkan hawa nafsunya. Dengan melatih mengendalikan hawa nafsu memakai cara mengurangi makan dan tidur seseorang terbiasa mengalahkan dorongan hawa nafsu. Ia akan dengan mudah mengatasi gejolak nafsu dalam hal-hal yang lain. Produk positif dari latihan ini adalah datangnya kemantapan lahir dan batin. Tidak ada keragu-raguan dalam berpikir dan bertindak. Bukankah ragu-ragu adalah pintu menuju godaan syetan? Orang yang terbiasa mengalahkan hawa nafsu sangat jauh dari sikap ragu-ragu.
Yen (kalau) sira (engkau) wus (sudah) udani (mengerti), mring (kepada) sariranira (dirimu), lamun (kalau) ana (ada) kang (yang) Murba (berwenang). Kalau engkau sudah mengerti, (pahamkan) kepada dirimu, kalau ada yang Berwenang.
Jika sudah demikian yakinkah dirimu sendiri bahwa ada yang berkuasa atas kita semua di dunia ini. Apa hubungannya keyakinan ini dengan mengurangi makan dan tidur? Karena kebanyakan makan dan tidur adalah pertanda dominannya nafsu atas jiwa. Jika kita bisa mengurangi keduanya jiwa akan tenang dan sanggup melihat kenyataan ini, bahwa ada kekuatan lain di dunia ini yang berkuasa atas diri kita.
Masesa (menguasai) ing (di) alam kabir (alam fana), dadi (menjadi) sabarang (semua), pakaryanira (pekerjaanmu) ugi (juga). Menguasai di alam fana, yan menjadikan semua, (termasuk) pekerjaanmu juga.
Kekuatan itulah yang menguasai alam kabir, alam fana ini, dan juga menguasai semua pekerjaanmu. Itulah sebabnya hidup di dunia ini kepastiannya tidak serta merta ditentukan oleh upaya kita semata-mata. Ada kehendak dari Yang Menguasai tadi yang turut serta dalam terkabulnya cita-cita, sempurnanya pekerjaan dan tercapainya keinginan. Itulah kuasa Allah sang Pengatur alam seisinya.
https://bambangkhusenalmarie.wordpress.com/2017/12/08/kajian-wulangreh-107-lahir-batin-aja-mamang/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar