Pada (bait) ke-77;78, Pupuh ke-5 Maskumambang, Serat Wulangreh karya SISK Susuhunan Paku Buwana IV.
Yen tinuduh marang Sang Maha Narpati,
sabarang tuduhnya,
iku estokna ugi,
Karyanira sungkemana.
Aja mengeng ing parentah sang siniwi,
den pethel aseba.
Aja malincur ing kardi,
lan aja ngepluk sungkanan.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia:
Kalau diberi petunjuk oleh Sang Maha Raja,
sembarang petunjuknya,
itu patuhilah juga.
Tugas kewajibanmu hormatilah.
Jangan menghindar dari perintah sang Raja,
rajinlah bersungguh-sungguh dalam menghadap.
Jangan malas dalam pekerjaan,
dan jangan bangun kesiangan serta serba enggan.
Kajian per kata:
Yen (kalau) tinuduh (diberi petunjuk) marang (oleh) Sang Maha Narpati (Sang Maha Raja), sabarang (smbarang) tuduhnya (petunjuknya), iku (itu) estokna (patuhilah) ugi (juga), karyanira (tugas kewajibanmu) sungkemana (hormatilah). Kalau diberi petunjuk oleh Sang Maha Raja, sembarang petunjuknya, itu patuhilah juga. Tugas kewajibanmu hormatilah.
Ketentuan ini berlaku untuk orang yang suwita kepada raja, sedangkan untuk yang suwita kepada pejabatnya di bawahnya ketentuan ini pun berlaku sama.Jika diberi petunjuk oleh Sang Raja dalam sembarang petunjuknya hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Dipatuhi segala perintanya, dituruti segala kehendaknya. Kita harus menghormati pekerjaan kita, artinya melakukannya dengan segenap kemampuan dan bersungguh-sungguh.
Aja (jangan) mengeng (menhindar) ing parentah (dari perintah) sang siniwi (yang terhormat, raja), den (harap) pethel (rajin bersungguh) aseba (menghadap). Jangan menghindar dari perintah sang Raja, rajinlah bersungguh-sungguh dalam menghadap.
Jangan sekali-kali menghindar dari perintah dengan berbagai dalih. Akan ketahuan apakah kita rajin atau malas jika mencoba melakukan itu. Yang rajin menghadap untuk menerima perintah, bersiap sedia jika sewaktu-waktu dipanggil. Seba adalah istilah untuk menghadap raja atau seorang pejabat untuk menerima perintah atau memberi laporan. Untuk pejabat seba dilakukan pada hari-hari tertentu, sedangkan bagi yang suwita harus selalu on time.
Aja (jangan) malincur (malas) ing (dalam) kardi (pekerjaan), lan (dan) aja (jangan) ngepluk (bangun kesiangan) sungkanan (serta serba enggan). Jangan malas dalam pekerjaan, dan jangan bangun kesiangan serta serba enggan.
Jangan memperlihatkan sikap malas dan enggan dalam segala pekerjaan. Lakukan setiap perintah dengan sungguh-sungguh. Dan juga jangan bangun kesiangan serta serba enggan dalam melakukan sesuatu. Yang demikian akan menjadi panengeran yang akan diingat sepanjang waktu oleh sang pejabat. Kelak apabila sudah menjadi pejabat sungguhan bisa menganggu kenaikan karir karena sudah diciri sebagai orang malas.
https://bambangkhusenalmarie.wordpress.com/2017/12/07/kajian-wulangreh-7778-aja-malincur-lan-ngepluk/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar