Translate

Rabu, 08 Januari 2025

Kajian Wulangreh (163;164): Weruha Wiwitan Lan Pungkasan

Pada (bait) ke-163;164, Pupuh ke-9, Pucung, Serat Wulangreh karya SISK Susuhunan Paku Buwana IV.

Ingkang ala kawruhana alanipun,
dadine tyasira,
weruh ing ala lan becik,
ingkang becik wiwitane kawruhana.

Wong kang laku mangkono wiwitanipun,
becik wekasanya.
Kang ala mangkono ugi,
ing wekasan satemah pan dadi ala.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

Yang buruk ketahuilah keburukannya,
sehingga hatimu,
tahu pada keburukan dan kebaikan,
yang baik asal mulanya ketahuilah.

Orang yang bertindak demikian di awal,
akan baik pada akhirnya.
(Sebaliknya) yang (di awal) buruk demikian juga,
pada akhirnya akan menemui keburukan.


Kajian per kata:

Ingkang (yang) ala (buruk) kawruhana (ketahuilah) alanipun (keburukannya), dadine (sehingga) tyasira (hatimu), weruh (tahu) ing (pada) ala (keburukan) lan (dan) becik (kebaikan), ingkang (yang) becik (baik) wiwitane (asal mulanya) kawruhana (ketahuilah). Yang buruk ketahuilah keburukannya, sehingga hatimu, tahu pada keburukan dan kebaikan, yang baik asal mulanya ketahuilah.

Terhadap yang buruk pahamilah bagaimana keburukannya, mengapa suatu perbuatan dikatakan sebagai perbuatan buruk, dsb. Akan lebih mudah mengambil pelajaran dari kitab berbentuk cerita-cerita daripada yang berbentuk kumpulan petuah saja, namun jika tidak memperhatikan dengan seksama dan hanya terpaku pada jalan cerita takkan banyak pelajaran bisa dipetik. Yang benar dalam membaca kitab-kitab hendaknya diperhatikan dari awal sampai akhir ceritanya.

Wong (orang) kang (yang) laku (bertindak) mangkono (demikian) wiwitanipun (di awal), becik (baik) wekasanya (akhirnya). Orang yang bertindak demikian di awal, akan baik pada akhirnya.

Perhatikan bagaimana seseorang yang baik pada awalnya, akhirnya akan menemui kebaikan pada akhirnya. Kemengangan akhirnya akan berpihak kepada kebaikan, yang sudah berjuang bersusah payah akhirnya menang.

Kang (yang) ala (buruk) mangkono (demikian) ugi (juga), ing (pada) wekasan (akhirnya) satemah (menemui) pan (kan) dadi (menjadi) ala (buruk). (Sebaliknya) yang (di awal) buruk demikian juga, pada akhirnya akan menemui keburukan.

Sebaliknya yang pada awalnya buruk, pada akhirnya akan menemui keburukan pula. Dunia ini takkan netral dengan membiarkan yang buruk berkuasa, suatu saat pasti jatuh. Inilah salah satu hikmat dari memperhatikan  cerita dari awal sampai akhir.


https://bambangkhusenalmarie.wordpress.com/2017/12/10/kajian-wulangreh-163164-weruha-wiwitan-lan-pungkasan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CANGKRIMAN

  BABAGAN CANGKRIMAN Kasusastran Djawa I Tugas Membaca Pemahaman BAB I PENDAHULUAN A.      Latar Belakang Cangkriman kuwi tetembungan utawa ...