Translate

Senin, 13 Januari 2025

Kajian Wulangreh (82-84): Ratu Tan Darbe Kadang

 Pada (bait) ke-82-84, Pupuh ke-5 Maskumambang, Serat Wulangreh karya SISK Susuhunan Paku Buwana IV.

Pan kinarya dhewe bilahine ugi,
lamun tinemenan,
sabarang karyaning Gusti,
lahir batin tan suminggah.

Mapan Ratu tan duwe kadang myang siwi,
sanak prasanakan,
tanapi garwa kekasih,
amung bener agemira.

Kukum adil adat waton kang denesthi,
mulane ta padha,
den rumeksa marang Gusti,
endi lire wong rumeksa.

 Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

Kan  dibuat sendiri juga celakanya itu?
Jika bersungguh-sungguh,
sembarang pekerjaan dari Raja,
lahir batin takkan menghindar.

Karena sebenarnya Raja tak punya saudara dan anak,
sanak persaudaraan,
dan juga istri dan kekasih.
Hanya kebenaran yang dipakainya,

hukum keadilan dan kebiasaan baku yang dipikirkan.
Maka dari itu harap semuanya,
agar menjaga kepada Raja.
Bagaimana maksud orang yang menjaga Raja itu?

Kajian per kata:

Pan (akan) kinarya (dibuat) dhewe (sendiri) bilahine (celakanya) ugi (juga). Kan  dibuat sendiri juga celakanya itu?

Orang yang malas itu celakanya dibuatnya sendiri.  Karena sifatnya yang buruk wajar pula jika penilaian terhadapnya juga tidak baik. Itulah adalah konsekuensi yang harus ditanggung sendiri.

Lamun (jika) tinemenan (bersungguh-sungguh), sabarang (sembarang) karyaning (pekerjaan) Gusti (Raja), lahir (lahir) batin (batin) tan (takkan) suminggah (menghindar). Jika bersungguh-sungguh, sembarang pekerjaan dari Raja, lahir batin takkan menghindar.

Jika memang bersungguh-sungguh, tentu sembarang pekerjaan yang dibebankan kepadanya oleh Raja akan dikerjakan dengan ketulusan lahir dan batin. Takkan menghindari pekerjaan apapun. Seperti inilah watak orang yang pantas mengabdi Raja dan masyarakat.

Mapan (karena sebenarnya) Ratu (Raja) tan (tak) duwe (punya) kadang (saudara) myang (dan) siwi (anak), sanak (sanak, saudara) prasanakan (dan persaudaraan), tanapi (dan juga) garwa (istri) kekasih (atau kekasih). Karena sebenarnya Raja tak punya saudara dan anak, sanak persaudaraan, dan juga istri dan kekasih.

Karena sesungguhnya Raja tidak mengenal saudara anak atau kerabat dalam menentukan kebijakan. Takkan mungkin karena masih saudara tetap dipromosikan walau malas. Jika seperti itu Raja yang akan repot sendiri, kerajaan akan lemah jika para pejabatnya diisi orang-orang malas. Oleh karena itu kebijakan raja tak kenal sanak saudara istri atau kesayangan. Semua diperlakukan sama.

Amung (hanya) bener (kebenaran) agemira (yang dipakainya). Kukum (hukum) adil (keadilan) adat waton (kebiasaan yang sudah baku) kang (yang) denesthi (dipikirkan). Hanya kebenaran yang dipakainya, hukum keadilan dan kebiasaan yang sudah baku yang dipikirkan.

Hanya kebenaran yang dipakai Raja sebagai bahan pertimbangan. Hukum yang berlaku, prinsip keadilan dan kebiasaan yang sudah baku yang akan menentukan seseorang itu akan ditempatkan di mana dalam jabatannya. Dan orang malas jelas selalu menjadi pilihan terakhir. Pun akan ditempatkan bukan dalam posisi penting, semata-mata karena tuntutan good governant tadi. Karena Rajalah yang akan menanggung akibatnya jika pejabatnya lalai atau malas.

Mulane (maka dari itu) ta padha (harap semuanya), den (agar) rumeksa (menjaga) marang (kepada) Gusti (Raja),  endi (bagimana) lire (maksud) wong (orang) rumeksa (yang menjaga)? Maka dari itu harap semuanya, agar menjaga kepada Raja. Bagaimana maksud orang yang menjaga Raja itu?

Oleh karena itu harap semuanya, agar menjaga dan membantu Raja dalam melaksanakan tugas pemerintahannya. Jangan sampai sang Raja gagal, jangan sampai kerajaan menjadi lemah dan tidak produktif. Bagaimana caranya seseorang menjaga Raja? Nantikan dalam bait berikutnya.


https://bambangkhusenalmarie.wordpress.com/2017/12/07/kajian-wulangreh-82-84-ratu-tan-darbe-kadang/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CANGKRIMAN

  BABAGAN CANGKRIMAN Kasusastran Djawa I Tugas Membaca Pemahaman BAB I PENDAHULUAN A.      Latar Belakang Cangkriman kuwi tetembungan utawa ...