Translate

Rabu, 08 Januari 2025

Kajian Wulangreh (148;149): Abot Entheng Sadulur Kathah

 Pada (bait) ke-148;149, Pupuh ke-9, Pucung, Serat Wulangreh karya SISK Susuhunan Paku Buwana IV.

Wong sadulur nadyan sanak dipunruntut,
aja kongsi pisah.
Ing samubarang karyeki,
yen arukun dinulu teka prayoga.

Abot enteng wong sugih sanak sadulur,
enthenge yen pisah,
pikire tan dadi siji.
Abotipun yen sabiyantu ing karsa

 

Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

Orang bersaudara walau agak jauh harus rukun,
jangan sampai pisah.
Dalam semua pekerjaan,
kalau rukun dilihat lebih baik.

Ada berat dan ringan bagi orang yang banyak sanak saudara,
ringannya kalau berpisah,
pikirannya tak jadi satu.
Beratnya kalau harus membantu keinginan saudara.


Kajian per kata:

Wong (orang) sadulur (bersaudara) nadyan (walau) sanak (saudara agak jauh) dipunruntut (harus rukun), aja (jangan) kongsi (sampai) pisah (pisah). Orang bersaudara walau agak jauh harus rukun, jangan sampai pisah.

Iklan

Sanak adalah sebutan untuk saudara satu kakek, atau sepupu. Meski sudah agak jauh harus tetap diusahakan agar rukun menjadi keluarga besar. Jangan sampai terpisah juga. Akan sangat kuat persaudaraannya kalau sampai anak-cucu buyut masih kompak dan saling membantu. Kehidupan menjadi lebih ringan jika ditanggung bersama.

Ing (dalam) samubarang (semua) karyeki (pekerjaan), yen (kalau) arukun (rukun) dinulu (dilihat) teka prayoga (lebih baik). Dalam semua pekerjaan, kalau rukun dilihat lebih baik.

Dalam semua pekerjaan kalau rukun akan lebih baik. Yang kuat dapat membantu yang lemah. Yang sempit membantu yang longgar. Toh manusia tak mungkin menikmati sukses sendirian, saudaralah tempat yang paling baik untuk berbagi.

Abot (berat) enteng (ringan) wong (orang) sugih (banyak) sanak (sanak) sadulur (saudara), enthenge (ringannya) yen (kalau) pisah (pisah), pikire (pikirannya) tan (tak) dadi (jadi) siji (satu). Ada berat dan ringan bagi orang yang banyak sanak saudara, ringannya kalau berpisah, pikirannya tak jadi satu.

Ada berat dan ringannya kalau mempunyai banyak saudara. Karena semua kerepotan atau hajat saudara harus membantu. Saudara ingin menjadi lurah harus membantu jadi kader, saudara punya hajat ikut repot, dll. Kalau hidup sendiri mah ringan, tak perlu ikut-ikutan repot. Tetapi tidak mungkin kalau manusia bisa hidup sendiri, suatu saat pasti akan merepotkan orang juga. Sewaktu repot siapa yang akan dimintai tolong? Pasti saudara dekat. Inilah kebaikannya mempunyai banyak saudara, bisa saling tolong dan saling bantu. Ibarat pepatah, ringan sama dijinjing, berat sama diangkat.

Abotipun (beratnya) yen (kalau) sabiyantu (membantu) ing karsa ( keinginan saudara). Beratnya kalau harus membantu keinginan saudara.

Bagi yang berpikir egois memang mempunyai saudara itu memberatkan. Namun sebenarnya tidak demikian. Membantu sesama itu kewajiban, dan yang lebih diutamakan adalah membantu saudara dekat yang membutuhkan. Adapun kalau keberatan membantu karena diri sendiri masih hidup sulit, tentu tidaklah wajib. Bahkan kalau perlu merekalah yang akan membantu kita.


https://bambangkhusenalmarie.wordpress.com/2017/12/10/kajian-wulangreh-148149-abot-entheng-sadulur-kathah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CANGKRIMAN

  BABAGAN CANGKRIMAN Kasusastran Djawa I Tugas Membaca Pemahaman BAB I PENDAHULUAN A.      Latar Belakang Cangkriman kuwi tetembungan utawa ...